COAL PLANTS

RUPTL PLN 2016-2-25 menyebutkan bahwa Penyediaan tenaga listrik PLN hingga tahun 2025 masih akan didominasi oleh pembangkit berbahan bakar fosil, terutama batubara. Hal ini berdasarkan asumsi PLN dari Handbook of Energy and Economic Statistic of Indonesia 2014 yang diterbitkan oleh Pusdatin Kementerian ESDM pada tahun 2015, dimana sumber daya batubara Indonesia sebesar 120,5 miliar ton. Karena ketersediaannya yang sangat banyak, maka dalam RUPTL PLN diasumsikan bahwa batubara selalu tersedia untuk pembangkit listrik.

Masih dalam RUPTL ini PLN akan berencana membangun pembangkit listrik baru guna memenuhi kebutuhan listrik nasional. Dari rencana pembangunan tersebut diketahui PLTU batubara akan mendominasi jenis pembangkit baru yaitu sebesar 59,8% dari total kapasitas pembangkit, diikuti PLTGU gas alam sebesar 13,0 % dan PLTG/ MG sebesar 7,1%. Untuk pembangkit yang menggunakan energi terbarukan, maka pembangkit yang terbesar adalah PLTA sebesar 13,1%, diikuti oleh PLTP sebesar 6,8%, serta pembangkit lain yaitu PLTS, PLTB dan lainnya sebesar 0,1%.

Dominannya PLTU menjadi menarik, dikarenakan bahan baku utama dari  pembangkit ini adalah batubara. Laporan penelitian tentang polusi udara menempatkan Emisi batubara sebagai salah satu polutan yang paling merusak dari sektor energi. PLN juga meng-amini hal ini. PLN menyadari bahwa pembakaran batubara menghasilkan emisi GRK yang relatif besar, sehingga diperlukan upaya mitigasi emisi GRK yang bersumber dari PLTU.

Pilihan indonesia untuk tetap menggunakan Batubara sebagai sumber utama energi kelistrikan harus dilihat dari berbagai aspek, tidak hanya dari sisi hitungan logis keuntungan nilai keekonomiannya. Jika dilihat dari data peningkatan kebutuhan listrik, pertumbuhannya terjadi bertahap hingga tahun 2024 sekitar 8,6% tiap tahun. Namun, rencana pembangkit tambahan yang akan dibangun PLN dipercepat pada tahun 2019, bertepatan dengan masa-masa pemilihan legislatif dan pemilihan presiden. Pada tahun 2019, rencana pembangunan tambahan kapasitas baru naik dari 9.238 MW pada tahun 2018 menjadi 19.319 MW. Kemudian turun drastis pada tahun 2020, dengan rencana tambahan kapasitas hanya 5.076. Data ini menyiratkan dugaan bahwa rencana pembangunan kapasitas tambahan dipaksakan dipercepat pada tahun 2019.

Lebih lanjut dari data ini, dalam pembangunan tambahan kapasitas listrik peran PLN sangat kecil. Dibandingkan dengan pihak swasta (IPP) yang akan mendapatkan  14.526 MW (75%), sedangkan PLN hanya mendapatkan posri 4.794 MW (25%).

Dari data diatas, laman ini akan memberikan informasi terkait pembangkit listrik tenaga uap yang menjadikan batubara sebagai sumber energi utamanya.

Coal Plant Profile

Land Conflict