Konsumsi Batubara dalam Negeri

Konsumsi batubara Indonesia memang terlihat tidak secara konstant mengalami kenaikan, Tahun 2014 menunjukkan penurunan lalu naik kembali pada tahun berikutnya hinga 2017. Namun trend sejak tahun 2006 terlihat kenaikan yang signifikan.

Konsumi batubara Indonesia tersedot hampir keseluruhan ke sektor industri pembangkit listrik, sejak tahun 2015 hingga 2017 pembangkit listrik selalu membakar batubara dalam negeri diatas 80%.

Batubara menjadi kekuatan dominan di dalam pembangkitan listrik. Paling sedikit 27 persen dari total output energi dunia dan lebih dari 39 persen dari seluruh listrik dihasilkan oleh pembangkit listrik bertenaga batubara (PLTU). Kebijakan pemerintah yang memberikan kemudahan dalam persyaratan-persyaratan infrastruktur dan subsidi, mengakibatkan pembiayaan PLTU dianggap menjadi lebih murah dibandingkan dengan sumberdaya energi lainnya.

Kebijakan Pemerintah Indonesia di sektor energi kelistrikan benar-benar mempengaruhi industri pertambangan batubara nasional. Untuk memperoleh suplai dalam negeri, Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral Indonesia meminta para produsen batubara untuk mencadangkan jumlah produksi tertentu untuk konsumsi dalam negeri (domestic market obligation).