Ekspor batubara Indonesia

Indonesia mengekspor 70 sampai 80 persen total produksi batubara, sisanya dijual di pasar domestik.  Permintaan batubara thermal dengan kualitas menengah (antara 5100 dan 6100 cal/gram) dan jrendah (di bawah 5100 cal/gram) sebagian besar berasal dari Cina dan India.

Data ini menunjukkan tidak adanya upaya pengurangan ekspor batubara dalam rangka pemenuhan kebutuhan dalam negeri, maupun langkah-langkah transisi ketergantungan ekonomi dari sektor industri ektraktif. Bahkan dari data ekspor ini terlihat adanya perbedaan data antara kementerian ESDM dan BPS.

Selama tahun 2006 – 2016, data ekspor batubara yang dicatat BPS adalah 3.421,6 juta ton. Sementara menurut catatan kementerian ESDM volume ekspor batubara indonesia periode yang sama sebesar 2.902,1 juta ton. Terdapat perbedaan data ekspor sebanyak 519,6 juta ton.

Bahkan jika ditelusuri hingga ke data impor batubara pada negara tujuan juga terdapat perbedaan antara jumlah batubara yang diekspor oleh Indonesia dan yang diterima oleh negara tujuan.

Perbedaan pencatatan ini, mengindikasikan tidak terintegrasinya data ekspor batubara indonesia serta membuka peluang adanya dugaan penyelundupan atau ekpor batubara Ilegal.