Illegal Coal Mining

Pertambangan batubara ilegal tidak bisa dipungkuri terjadi di Indonesia. Pada tahun 2013 Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat kerugian negara dari kegiatan ilegal ini mencapai Rp7 triliun.

Sementara itu, Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral pada tahun yang sama menyatakan sedikitnya 5.400 perusahaan penambangan batubara di Indonesia tidak memiliki ijin penambangan dan eksploitasi. Tahun 2013 memang menjadi titik puncak dari tingginya harga batubara di pasar internasional dan seiring dengan maraknya penambangan ilegal. Namun, semenjak tahun 2015 harga batubara kembali merangkak naik dan kembali diiringi aktivitas pertambangan ilegal.

Saat ini dengan adanya pengetatan aturan dan kewajiban CnC untuk penjualan batubara, diduga penambangan ilegal akan kembali meningkat. Begitu juga dengan terbitnya UU No 23 tentang Pemerintah Daerah yang menjauhkan rantai pengawasan akan semakin memberikan peluang untuk terjadinya kegiatan pertambangan ilegal sebab pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan dan pendanaan dalam melakukan pengawasan.

Tab ini akan menyampaikan data serta analisis dari kegiatan ilegal pertambangan batubara, seperti:

  • Tambang non CnC
  • Tambang yang beroperasi meski izin sudah kadaluarsa
  • Tambang yang berada dalam kawasan konservasi
  • Tambang dalam kawasan hutan tanpa izin pinjam pakai
  • Pencampuran batubara ilegal dalam produk CnC