Illegal Coal Mining

Pertambangan batubara ilegal tidak bisa dipungkuri terjadi di Indonesia. Pada 2013, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), mencatat kerugian negara dari aktifitas penambangan batubara tanpa izin dan ekspor ilegal mencapai Rp 7 Triliun. Tahun 2013, memang titik puncak tingginya harga batubara di pasar internasional, disaat yang sama penambangan batubara secara ilegal marak terjadi. Memang, pada 2014 harga batubara mengalami penurunan dan puncaknya pada Januari 2016, harga batubara mencapai titik terendahnya. Namun, pertengahan 2016 harga batubara kembali merangkak naik, dan mendorong kembali aktivitas pertambangan dan ekspor ilegal.

Saat ini dengan adanya pengetatan aturan dan kewajiban CnC untuk penjualan batubara, diduga penambangan ilegal akan kembali meningkat. Begitu juga dengan terbitnya UU No 23 tentang Pemerintah Daerah yang menjauhkan rantai pengawasan akan semakin memberikan peluang untuk terjadinya kegiatan pertambangan ilegal sebab pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan dan pendanaan dalam melakukan pengawasan.