Quit Coal

Setiap rantai pemanfaatan batubara memiliki dampak biaya yang besar. Mulai dari Kegiatan penambangan batu bara menyebabkan deforestasi dan perubahan lanskap lahan. Di sisi transportasi batubara yang menggunakan kapal tongkang dan truk angkut, menyebabkan kerusakan lingkungan dan kesehatan di setiap jalur pengakutannya. Penggunaan batubara di hilir, seperti penggunaan batubara sebagai bahan bakar energi listrik juga rentan terhadap korupsi yang akan merugikan negara.

Di sisi penyediaan tenaga listrik, Indonesia masih bergantung pada bahan bakar fosil yang didominasi oleh batu bara dan minyak. Indonesia membakar 97 juta ton batubara selama tahun 2017. Angka ini diprediksi terus meningkat hingga 125 juta ton di tahun 2025, seiring dengan pembangunan PLTU baru. Ketergantungan Indonesia terhadap batu bara, minyak dan gas bumi ini meningkatkan risiko nilai tukar mata uang asing, yang saat ini menggerogoti keuangan PLN, dan pada akhirnya membebani keuangan negara.

Untuk itu Indonesia perlu keluar dari ketergantungan ini dengan cara menyiapkan langkah-langkah transisi, tahapan itu disusun Aurigda dalam gagasan yang disebut quitcoal, yaitu: