Susceptible Illegalities

Tiap mata rantai pengusahaan batubara mulai dari hulu (pertambangan) hingga hilir (perdagangan dan penggunaan) rentan untuk terjadinya tindakan korupsi. Mata rantai itu antara lain:

  • Proses penetapan keputusan negara untuk melakukan kegiatan pertambangan.
  • Penetapan wilayah usaha pertambangan.
  • Proses pengurusan perizinan, pada saat eksplorasi maupun eksploitasi termasuk didalamnya kewajiban jaminan reklamasi dan rehabilitasi pasca tambang, regulasi (state capture).
  • Mekanisme pemungutan penerimaan negara, pengelolaan penerimaan negara, pengeluaran negara dan investasi proyek-proyek sosial.

Laman ini akan mendokumentasikan kajian kerentanan tindakan korupsi di tiap mata rantai pengusahaan batubara.